Sawarna-Ujung Genteng-Palabuhan Ratu, Februari 2015 (Part 1)

Introduction

We love Holiday and Travelling (on a Budget) ­čÖé ­čÖé ­čÖé

Pada 17-21 Februari 2015, keluarga Alee Di Vaio kembali “ngebolang” – menjalani ritual tahunan mengeksplorasi Tanah Jawa. Kali ini kami menjelajahi 3 daerah Wisata yang sudah tak asing lagi – yaitu Sawarna, Ujung Genteng, dan Palabuhan Ratu (yep – di beberapa plang petunjuk jalan tertulis Palabuhan, bukan Pelabuhan).

Sawarna adalah salah satu tujuan wisata bernuansa Pantai yang lumayan terkenal, dengan ikon khas nya yaitu Batu karang di Pantai Tanjung Layar. Namun demikian, setidaknya ada dua hal yang mungkin belum diketahui oleh kita, yaitu 1) Lokasi Sawarna ada di Provinsi Banten, bukan Jawa Barat, 2) Sawarna adalah nama desa, bukan nama Pantai. Di desa tersebut ternyata ada beberapa area pantai dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.

Sebagaimana biasanya, kami selalu memilih waktu plesir di luar periode┬ápeak season – dengan rencana awal 16-19 Februari. Rencana kami adalah┬ákembali ke Jakarta di hari Imlek (19 Februari), dengan harapan tidak terkena kemacetan di jalan. Arah tujuan kami saat pulang akan berlawanan arah dengan warga masyarakat yang baru mau berangkat liburan atau mudik pada hari Imlek tersebut.

Awalnya kami tidak begitu yakin dengan┬ákondisi jalan ke Sawarna, selain karena ini baru kali pertama, ditambah pula dengan “keharusan” untuk berangkat malam. Hal ini penting demi menghindari “neraka”┬ákemacetan selepas Tol Jagorawi menuju Sukabumi via jalur utama yaitu Cibadak yang sudah diketahui oleh seantero jagat raya (lebay mode on).

Ada satu jalur alternatif yaitu via Cikidang, namun setelah membaca┬áinformasi di internet kami mendapat kesan jalur tersebut kondisi jalan nya lebih parah.┬áDengan mempertimbangkan situasi┬átersebut maka┬áberangkat┬ámalam (dan berkendara dengan kecepatan sedang/santai) via Cibadak adalah pilihan terbaik yang bisa kami ambil. Pengalaman kami melewati jalur Cikidang bisa di baca disini ­čśŽ Note: Jalur Cikidang akan mem-bypass kota Sukabumi.

Itinerary Sawarna Feb 2015

Itinerary Sawarna 2015

Jalur Cibadak

Jalur Cibadak

Jalur CIkidang

Jalur CIkidang

Hari Pertama – Pantai Ciantir (Pasir Putih) dan Pantai Tanjung Layar

Peta Wisata Sawarna

Peta Wisata Sawarna

Dengan mengucap bismillah, kami┬áberangkat 10.30 malam, tiba di Desa Bayah Sawarna jam 4.30 pagi. Kondisi jalan terbilang cukup baik – 20% yang berlubang, namun tetap harus berhati-hati dan fokus. Selepas Tol Jagorawi s.d. Cibadak selalu ada saja lubang setiap beberapa ratus meter. Dari Sukabumi ke Palabuhan Ratu mulus hotmix.┬áNah untuk jalur┬áPelabuhan Ratu ke Sawarna┬álumayan “keriting” alias rusak┬ádan juga konturnya berkelok-kelok.

IMG_9789_small

Averil dan Imara berpose di Villa Sawarna Indah

20150219_112212

Parkir yang lega di Villa Sawarna Indah

Kami menginap di Villa Sawarna Indah. Lokasinya tidak sulit ditemukan karena berada di tepi jalan utama Desa Bayah. Papan nama nya pun cukup jelas. Review Villa tsb bisa di klik disini. Setelah memilih kamar di posisi paling depan, kami pun beristirahat sejenak dan kemudian sarapan (dengan bekal kami sendiri). Tidak lama kemudian kami langsung capcus ke Pantai Ciantir a.k.a Pantai Pasir Putih yang posisi nya hanya sekitar 500m dari Villa tsb. Dalam kunjungan ini kami ditemani oleh Mang Wawan, sang Penjaga Villa yang baik hati.

Warning: Saran kami, jangan gunakan mobil untuk masuk ke pantai Ciantir/Pasir Putih. Meskipun jalur tersebut memang bisa dilalui oleh mobil (jalan cor beton) namun┬ácukup sempit hanya muat satu mobil. Ada beberapa tikungan tajam dan juga di sisi kanan/kiri jalan tidak rata/lubang atau parit sehingga bila tidak hati-hati bisa terjeblos. Selain itu bila berpapasan dengan mobil/motor dari arah berlawanan akan sulit untuk bermanuver. Kami cukup beruntung karena saat kami berkunjung, Pantai tersebut sangat sepi sehingga mobil kami tidak berpapasan dengan kendaraan lain. Dengan hati-hati kami susuri jalan tersebut mengikuti sang Penjaga Villa. Berikut ini adalah foto-foto di lokasi Pantai Ciantir ­čÖé

IMG_9932_3_4_5_6_7_8_HDR_Small

Pantai Ciantir atau Pasir Putih dibatasi oleh baru karang besar

IMG_9981_small

AveriL dan Imara di Pantai Ciantir

20150217_090527

IMG_9920_Edit2

Ciri khas tanaman di pantai, yaitu Bunga Tapal Kuda

IMG_9859_Sawarna_HDR_Small

Pantai Ciantir di “bentengi” oleh dinding karang yang besar

Karakteristik Pantai Ciantir : Pasir Putih kecoklatan, relatif bersih, memanjang dan melengkung (lihat gambar). ombaknya relatif tenang (tergantung musim/cuaca).

Setelah puas bermain di Pantai Ciantir, kami kembali ke Penginapan untuk mandi, makan siang dan istirahat. Sore hari nya kami berangkat menuju pantai Tanjung Klayar. Jarak pos masuknya kurang lebih 300m dari Villa Sawarna Indah – setelah itu kita harus menggunakan motor (atau berjalan kaki) kurang lebih 500m melewati jembatan gantung, jalur conblok dan tanah.

Karakteristik Pantai Tanjung Layar: Pantai nya dipenuhi dengan karang, dengan berbagai ukuran. Dalam kondisi surut, kita bisa berjalan kaki ke dua buah Batu Karang besar yang menjadi ikon khas Pantai ini.

IMG_0121_Sawarna_HDR_smal

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

IMG_0199_Sawarna_HDR_Small

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

IMG_0192_3_4_5_6_7_8_HDR_small

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

Perang Opini di Sosmed – Situ Mau Ikutan?

Hai Sobat – buat kalian yang aktif di sosmed pasti tahu kalau belakangan┬áini lagi ramai beragam posting, tweet atau instagram yang sedikit banyak ada kaitannya dengan dunia perpolitikan ibukota. Sepertinya kubu-kubuan begini sudah muncul sejak Pilpres 2009 yang lalu, dan terus saja berlangsung sampai sekarang. ┬áNah akibatnya, terjadilah apa yang sering┬ádisebut dengan twitwar, berdebat┬ádi timeline facebook, perang komen di instagram dan media sosial lainnya. Kelakuannya sudah seperti pasukan Sparta mau perang ­čśČ­čśČ.

Dalam khazanah bahasa Inggris, debate dan argue itu dua hal yang beda. Debate, menurut Wikipedia, adalah ber-argumen secara formal dan terstruktur. Bahasa yang digunakan mesti logis, fakta nya akurat, dan boleh ditambahkan juga unsur perasaan di dalam penyampaiannya (Iyaaa baper dikit aja boleh deh). Forumnya juga formal. Kalau argue, ini model adu pendapat tapi biasanya (ngga selalu sih) di bumbui dengan rasa marah atau disampaikan dengan intonasi yang meninggi (bahasa verbal).

OK, kita tidak usah larut dalam urusan bahasa. Simpel aja sih, yang namanya perbedaan pendapat itu pasti ada. People will naturally have different opinions. Inilah demokrasi. Semua orang punya hak yang sama untuk berbicara dan mengutarakan pikiran. Kita mesti belajar agar bisa open-minded dan menghargai perbedaan pendapat, meskipun kita ngga setuju sama mereka.

Namun begitu, kita juga mesti bisa bedakan antara yang nama nya fakta dan opini. Fakta itu adalah sesuatu hal, informasi atau keadaan yang sifatnya pasti, benar┬ádan bisa dibuktikan. Sedangkan opini itu adalah pandangan, perasaan, pikiran seseorang mengenai sesuatu hal. Contohnya begini: Gunung Bromo adalah gunung di Jawa Timur yang masih aktif dengan ketinggian 2,329 meter. Informasi tersebut adalah fakta, sedangkan contoh opini: Gunung Bromo adalah gunung yang paling cantik dan unik di Pulau Jawa. Ngeliat gunung Bromo itu persis kaya ngliat mantan, dari jauh aja sudah indah, apalagi kalau di deketin lagi. ­čśé­čśé

Sobat pernah dengar yang namanya debat kusir kan? Yaitu debat yang ngga jelas ujung pangkalnya. Masing-masing pihak berusaha mempertahankan pendapatnya sendiri. Apa gunanya terjerumus di model debat yang beginian. Cuma bikin lelah aja. Di samping itu, kalian juga mesti lihat juga siapa lawan debat nya – apalagi kalau dengan kaum hawa. Debat dengan cewek itu, jangankan untuk menang, mau seri aja susah ­čśŁ­čśŁ.

Terkadang yang jadi sumber permasalahan bukan perbedaan opininya, melainkan cara penyampaian, baik dalam konteks bahasa yang digunakan maupun intonasi yang bikin orang lain kezel. Kalau mau kita pikirin secara serius, perbedaan ini justru jadi kesempatan buat kita untuk belajar, untuk memahami latar belakang dan pola pikir orang lain. Bisa jadi ada hal-hal baru yang bisa kita dapatkan dengan mendengarkan suara yang berbeda dengan kita. Harapannya adalah, kedua belah pihak bersikap sama, sehingga kita bisa saling menghargai dan memahami satu sama lain.

Jangan sampai gara-gara perbedaan pandangan dalam politik, agama atau prinsip hidup menjadikan kita kehilangan teman, saudara dan sahabat. Hubungan baik dengan sahabat dan teman-teman kamu itu lebih precious. Lebih baik punya 1000 teman, daripada 1 musuh (asal teman┬ákamu ngga nikung kamu dari belakang). ­čśá­čśá

Problemnya adalah, medsos bukan tempat yang paling tepat untuk┬áberadu argumen. ┬áKenyataannya ngga semua orang siap untuk berdebat secara fair. Pertama, ngga semua orang itu siap dengan data dan fakta. Kedua, kadang logika yang digunakan itu ngga connect bro. Selain itu juga bahasa yang digunakan suka kurang pas, isinya kalau engga┬ácelaan, kata-kata sinis dan sindiran.┬áBelum lagi orang yang melakukan cyber bullying – menghalalkan secara cara agar opininya bisa menang. Lalu yang terakhir, ada aja orang yang sengaja mempelintir tulisan kita. Apa yang kita sampaikan diambil sepotong/sebagian atau diluar konteks sehingga makna nya menjadi beda. Tuh jadi ribet khan!

Nah, saran gue sih, woles aja bro. Santai dan kalem. Diskusi, debat, adu argumen, paling enak dilakukan secara face-to-face dengan orang yang sudah kita kenal. Apalagi disambi dengan seruput kopi panas dan pisang goreng. Wuih mantab kan. Oiya, coba disimak 4 point berikut ini yang mungkin bisa bikin kamu lebih bijak dalam mengatasi perbedaan.

Nomor satu yang paling penting itu kita mesti punya prinsip. Jangan bimbang kaya ombak di lautan. Contoh:┬ámenjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran. Galau boleh, rapuh mah┬ájangan! ­č嬭čĺ¬

Nomor dua, belajar untuk mendengar dan memahami. Kalau bicara, atau menulis, semua orang bisa. Orang yang punya kemampuan untuk mendengar dan memahami itu berarti Emotional Intelligence nya tinggi bro. Kalau kita paham hal-hal yang melatar belakangi seseorang dalam berpikir, kita bisa belajar hal yang baru atau juga bisa memberikan koreksi bila ada fakta atau data yang tidak sesuai.

Nomor tiga, yuk jaga perasaan orang lain. Ngga ada gunanya kita utarakan opini kita ke orang lain kalau dia itu sebenarnya ngga nanya.┬áKhusus untuk kaum hawa, kadang mereka ngga butuh ┬ánasehat bro, butuhnya di berikan kasih sayang, ÔŁĄ´ŞĆ­čśő­čĹŹ.

Nomor empat, jangan baper ­čśÇ­čśÇ. Ngga usah diambil hati omongan orang bro. Kalau ada komen yang ngga enak, gunakan aja fitur “Hide this post” dan masalah selesai. Kalau kata-kata yang digunakan oleh seseorang itu rasis – gunakan fitur “Report this post”. Kalau perlu, minta tolonglah sama Geisha supaya “Lumpuhkanlah ingatanku” ­čśů­čśů – biar kita lupa sama┬ákata-kata dari orang lain yang menyakitkan itu!

OK – tulisan ini tidak bermaksud menggurui (meskipun kenyataannya memang iya sih!). Semoga bermanfaat.

Review AC Panasonic 0.5 PK Tipe CS/CU-XN5SKJ (Low Watt)

Sobat – kali ini saya mau share mengenai AC Panasonic Low Watt (320W) tipe┬áCS/CU-XN5SKJ (0.5 PK) yang baru saya beli dari Electronic City beberapa hari yang lalu. AC ini dipasang di kamar tidur berukuran 3 x 4 meter. Harga beli nya berapa? 3,599,000 termasuk pemasangan, pipa 5 meter dan braket.

Kenapa sih pilihnya Panasonic? Jawaban singkatnya, karena saya sudah punya AC Panasonic juga (tipe inverter) dan sejauh ini merasa puas. Kali ini keputusan yang saya buat untuk membeli tidak didasarkan pada data-data yang terlalu teknis tapi lebih kepada pengalaman dan juga unsur feeling – mana yang bisa memberikan value maksimal (antara harga, service, dan kualitas). Apakah Panasonic adalah AC yang paling bagus? Jawabannya adalah tidak. Mari kita simak ulasan yang lebih detail sebagai berikut:

Dari hasil survei toko dan dari informasi online, tampaknya AC terbaik adalah produksi dari Daikin. Saya tidak punya bukti teknis mengenai hal ini, tetapi perlu diakui bahwa AC Daikin memang banyak digunakan di gedung perkantoran dan juga di kalangan industri. Dari sini saya asumsikan bahwa kualitasnya memang diakui oleh para profesional. Sudah bisa di duga, secara harga AC Daikin termasuk yang paling mahal dibanding AC merk-merk lain.

Saya juga memiliki AC Samsung (0.5 PK) dan LG (1 PK – inverter). Keduanya pernah bermasalah. Apakah ini artinya AC dari kedua produsen tersebut jelek? Belum tentu juga ­čÖé ┬áSaya kira kita bisa mempercayai┬ákualitas dari produsen elektronik yang brand nya sudah kuat namun saat ini saya ingin mempercayakan pada Panasonic.

Setiap produsen AC punya fitur-fitur yang mereka unggulkan, namun sebagian dari fitur tersebut sebetulnya mirip-mirip satu sama lain. Saya sendiri tidak terlalu mau terpengaruh terhadap “jualan kecap” dari Sales, karena saya bisa lakukan perbandingan sendiri. Semua informasi nya sudah tersedia secara online kalau kita mau melakukan perbandingan. Kenapa pilih tipe XN5SKJ? Karena tipe ini:

  • Watt nya lebih rendah dibandingkan tipe Panasonic yang lain yaitu 320 W
  • Menggunakan Refrigeran R32 (ramah lingkungan)
  • Support teknologi ECONAVI (pengaturan suhu secara otomatis)
  • Support Nano-G (pemurnian udara)
  • Support teknologi Ecosmart
  • Outdoor nya sudah support Eco Tough

Kenapa beli di Electronic City? Tentu karena value nya secara keseluruhan adalah yang terbaik. Dari segi harga saya mendapatkan diskon tambahan sehingga AC Panasonic XN5SKJ dijual dengan 3,599,00 sudah termasuk pemasangan, braket, dan pipa AC sepanjang 5 meter. Harga ini diluar kabel listrik dan duct tape. Harga tersebut adalah yang termurah dibanding toko-toko online lainnya. Yang unik adalah, harga tersebut adalah harga toko yang berbeda dengan harga yang tercantum di websitenya Electronic City. Selain itu, kita sudah tahu bahwa Electronic City adalah toko yang punya brand bagus, sehingga kita bisa merasa aman (tidak khawatir ditipu dengan produk rusak), staf pemasangannya resmi dari mereka, after-sales nya juga bisa dipercaya. AC tersebut diantar satu hari setelah pembelian, dan dipasang 2 hari setelah nya (sesuai permintaan saya).

AC ini produksi Indonesia, sedangkan beberapa merk lain dibuat di Malaysia atau Thailand. Ini adalah faktor yang perlu dipertimbangkan namun bagi saya hal tersebut bukan masalah besar. Saya percaya pada kualitas buatan Indonesia, dan juga pepatah yang mengatakan “ada harga, ada rupa”. Barang yang tidak laku, atau kualitasnya buruk, maka harganya akan jatuh atau lebih rendah. Begitupun sebaliknya.

AC XN5SKJ ini bukanlah tipe termurah dari Panasonic untuk 0.5 PK. Masih ada KN5SKJ (Low Watt, Ecosmart dan Eco tough), dan YN5SKJ (paling standard). Harga adalah salah satu point yang jadi pertimbangan, tapi buat saya yang utama adalah overall value-nya.

Okay – bagaimana dengan review dari AC itu sendiri?

Pertama, butuh waktu untuk AC 0.5 PK agar bisa mendinginkan ruangan 3×4 meter. Ini wajar dan memang level dingin serta semburan anginnya berbeda dengan AC 1 PK. Jadi, kalau Sobat ingin AC yang cepat mendinginkan ruangan serta semburan udara dinginnya kuat, maka belilah yang PKnya lebih besar ­čÖé Buat saya, 0.5 PK memadai dari segi Watt, harga dan kenyamanan.

Kedua, suara, untuk indoor tidak ada keluhan. Hasil pengukuran Sound-meter menunjukkan 34 dB yang artinya cukup senyap. Suara outdoor nya tidak berisik, namun juga tidak senyap. Hasil pengukuran menunjukkan 60 dB.

Saya akan update artikel ini dalam 3 bulan ke depan untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai kondisi kenyamanan AC Panasonic XN5SJK. Sejauh ini belum mengecewakan. Terimakasih!

Review Belanja di Camera.co.id – Tongsis Tripod Benro MeFoto MK10

Halo Sobat – kali ini saya akan share mengenai pengalaman berbelanja online di Camera.Co.id. ┬áBarang yang saya beli adalah┬áTongsis Benro MeFoto MK10. Tongsis ini selain terkoneksi dengan bluetooth, juga terintegrasi┬ádengan kaki tripod yang lumayan kokoh. Bentuk bodi nya menurut saya bagus dan tidak terkesan murahan, tidak standar seperti tongsis kebanyakan.

Problemnya adalah, saya membutuhkannya secara cepat (dihari itu juga) namun ternyata sebagian besar Sellers hanya menyediakan pengiriman JNE.

Dari sekian banyak Sellers,┬ásaya temukan bahwa tokocamzone – salah satu toko online Kamera yang cukup terkenal – punya stok dan bisa mengirimkan dengan Gojek. Singkat cerita, transaksi saya di tokocamzone terpaksa dibatalkan karena ada problem “kurir” yang sebenarnya kurang jelas alasannya.

Hari sudah sore, dan harapan mulai memudar. Saya coba googling dan saya temukan link online shop Camera.Co.id. Melalui kontak telepon dan WA,  staf Camera.Co.id telah memberikan pelayanan yang sempurna:

  • respons sangat cepat dan semua pertanyaan saya dijawab dengan┬ájelas
  • transaksi juga lancar, invoice selesai dibuat dalam hitungan menit
  • awalnya Camera.co.id tidak bisa melayani pengiriman Gojek (same-day), tapi dengan sigap staf mereka mengupayakan agar tetap bisa terkirim sesuai keinginan saya
  • saya diberikan update secara berkala mengenai kesiapan barang, pengiriman dan juga ketibaan barang di tempat saya
  • harga barangnya kompetitif, sama dengan toko lainnya┬á(yang memang murah)

Secara keseluruhan pengalaman saya belanja online di Camera.co.id sangat baik dan kalau ada kebutuhan lain, saya akan beli di toko online ini kembali.

Berikut ini adalah foto tongsis tersebut dan juga foto dan video yang direkam menggunakan Benro MeFoto MK10.

Solusi untuk Problem Sinyal GPS pada Kendaraan dengan Kaca Film V-Kool (Holux M-1000 dan Smartphone Android)

Note: Bagi kalian yang buru-buru ­čĆâ­čĆâ, bisa langsung scroll down ke bawah untuk mendapatkan daftar perangkat yang dibutuhkan dan step-by-step instalasinya ­čśë­čĹŹ

C360_2017-04-17-12-39-15-053-01Hi Sobat – GPS telah lama menjadi andalan saya dalam berkendara. GPS saya manfaatkan untuk menunjukkan rute tercepat ke daerah-daerah yang tidak saya kenali, baik di kota Jakarta dan sekitarnya┬ámaupun untuk daerah di luar kota seperti Bogor, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Pacitan dan lainnya.

GPS telah menemani saya sejak tahun 2005an. Pada saat itu saya menggunakan 2 perangkat kombo yakni Holux M-1000 GPS Receiver dan perangkat PDA yakni 02 XDA Atom Exec (Windows Mobile). Tentu saja satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah software Garmin Mobile XT. Kombo tiga perangkat ini sebetulnya bentuk penggunaan yang tidak resmi alias hacking ­čśő­čśü­čśů

Seiring perkembangan teknologi dan juga didorong oleh kebutuhan yang meningkat, di tahun 2009-2010, Holux M-1000 dan O2 XDA Atom masuk kotak (pensiun) dan saya ganti dengan perangkat khusus GPS yaitu Garmin Nuvi 1450. Garmin Nuvi 1450 telah menemani saya menjelajah berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Di era masa kini, teknologi smartphone (Android), baik hardware maupun software nya┬átelah berkembang dengan pesat. Kita tidak lagi membutuhkan perangkat GPS receiver maupun Garmin karena fungsi GPS tersebut saat ini sudah terintegrasi dengan hardware smartphone. Aplikasi penunjangnya pun banyak tersedia dengan fitur yang handal – contohnya Google Maps, Waze, Tom Tom dan sebagainya. Pengguna smartphone masa kini sudah sangat paham cara menggunakan aplikasi tersebut, salah satunya untuk membantu menemukan rute terbaik ke tempat yang akan dituju.

Problem datang semenjak saya menggunakan kaca film V-Kool di kendaraan saya. Smartphone mengalami kesulitan untuk mendapatkan sinyal GPS dari Satelit dan kalaupun sudah lock, update nya juga (sangat) lambat. Problem ini lumayan merepotkan karena tentu kita tidak ingin tersesat di jalan akibat tidak adanya informasi penunjang dari aplikasi GPS kita.

Apakah ada hubungannya antara kaca film V-Kool dan sinyal GPS? Hal ini masih menjadi pertanyaan. Saya belum temukan keterangan resmi dari produsen V-Kool mengenai kaca film tersebut menghambat sinyal GPS. Namun demikian, kondisi ini seakan sudah menjadi hal umum yang diketahui oleh para pengguna kaca film V-Kool (banyak di diskusikan di forum-forum internet). Terlebih lagi vendor kaca film V-Kool pun mengkonfirmasi, bahwa kaca film tersebut tidak ramah terhadap sinyal GPS.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi problem ini, misalnya dengan menggunakan GPS receiver external yang dipasang diluar kendaraan, atau dengan melepas sebagian kecil dari kacafilm, khususnya di area depan agar sinyal GPS bisa masuk ke dalam kendaraan dengan leluasa.

Nah, tiba-tiba ingatan saya kembali pada Holux M-1000 yang hingga kini masih saya miliki. Dengan bantuan Paman Google dan uji coba sendiri, ternyata kombo smartphone dan Holux M-1000 GPS Receiver bisa berfungsi dengan sangat baik. Lock sinyal GPS menjadi jauh lebih cepat, dan tentunya jauh lebih hemat baterai smartphone. Berikut ini step yang dilakukan:

Daftar Perangkat yang diperlukan:
1. Holux M-1000 GPS Receiver
2. Charger mobil dengan 2 port USB
3. Satu kabel USB Type B Connector
4. Smartphone yang didukung dengan koneksi Bluetooth
5. Satu kabel USB untuk charge Smartphone (tipe kabel tergantung tipe connector smartphone)
6. Aplikasi “Bluetooth GPS” dari GG MobLab
7. Aplikasi GPS seperti Googlemap, Sygic atau Waze
8. Smartphone Car Holder

Langkah-langkah instalasi:

1. Download dan install aplikasi “Bluetooth GPS” dan “Googlemap, Sygic atau Waze”

2.┬áAktifkan setting “Mock GPS location” dengan cara (Android): Pilih Settings > Additional Settings > Developer Options > Select mock location app > Pilih “Bluetooth GPS”.

3. Turn on/nyalakan Holux M-1000 nya, kemudian koneksikan kabel charger nya. Letakkan M-1000 pada posisi yang aman dan stabil di area kaca depan atau kaca samping mobil. Upayakan cari posisi yang tidak kena sinar matahari secara langsung.

4. Aktifkan Bluetooth di smartphone Android, lakukan pairing dengan Holux M-1000. Passkey default nya adalah : 0000.
5. Buka aplikasi “Bluetooth GPS”, centang opsi “Enable Mock GPS Provider”, lalu klik CONNECT ke Holux M-1000. Dalam beberapa detik, aplikasi “Bluetooth GPS” akan terkoneksi dengan M-1000. Bila koneksi sukses maka di aplikasi “Bluetooth GPS” akan muncul data-data satelit (misalkan Altitude, Lat/Lon, Speed, dsb).

 

Pairing Bluetooth

 

Connecting Bluetooth GPS to M-1000

GPS is connected successfully and providing satellite data

6. Buka aplikasi GPS seperti Googlemap, Sygic atau Waze dan gunakan seperti biasa untuk melihat peta dan mencari rute/direction. Selesai dan siap berangkat!

Waze app is working normally

7. Opsional : Pasang smartphone di Car Holder agar kita bisa melihat dengan jelas tampilan aplikasi GPS saat kita sedang menyetir kendaraan. Namun hal ini opsional karena Smartphone bisa kita letakkan dimana saja.

Manfaat yang diperoleh dari konfigurasi kombo M-1000 dan Smartphone Android:
1. Hemat baterai. Kita bisa non-aktifkan fungsi GPS di smartphone karena sudah tidak diperlukan lagi. Smartphone kini tidak perlu lagi mencari sinyal GPS karena fungsi tersebut sudah diambil alih oleh Holux M-1000.
2. Lock sinyal GPS menjadi jauh lebih cepat. Koneksi GPS relatif lebih stabil.
3. Problem dengan kacafilm V-Kool selesai dan tuntas tanpa perlu merobek kacafilm.

Note: Jangan lupa untuk matikan dan simpan dengan baik Holux M-1000 nya saat sudah tidak digunakan. Hindari sinar matahari secara langsung agar tidak M-1000 nya tidak kepanasan.

Oke sobat, semoga informasi ini bermanfaat buat kalian. Hayuk jangan sungkan jika ada pertanyaan atau komentar ­čśâ­čśä­čśë­čĹŹÔťî´ŞĆ­čĺč­čĺč