Solusi untuk Problem Sinyal GPS pada Kendaraan dengan Kaca Film V-Kool (Holux M-1000 dan Smartphone Android)

Note: Bagi kalian yang buru-buru 🏃🏃, bisa langsung scroll down ke bawah untuk mendapatkan daftar perangkat yang dibutuhkan dan step-by-step instalasinya 😉👍

C360_2017-04-17-12-39-15-053-01Hi Sobat – GPS telah lama menjadi andalan saya dalam berkendara. GPS saya manfaatkan untuk menunjukkan rute tercepat ke daerah-daerah yang tidak saya kenali, baik di kota Jakarta dan sekitarnya maupun untuk daerah di luar kota seperti Bogor, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Pacitan dan lainnya.

GPS telah menemani saya sejak tahun 2005an. Pada saat itu saya menggunakan 2 perangkat kombo yakni Holux M-1000 GPS Receiver dan perangkat PDA yakni 02 XDA Atom Exec (Windows Mobile). Tentu saja satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah software Garmin Mobile XT. Kombo tiga perangkat ini sebetulnya bentuk penggunaan yang tidak resmi alias hacking 😋😁😅

Seiring perkembangan teknologi dan juga didorong oleh kebutuhan yang meningkat, di tahun 2009-2010, Holux M-1000 dan O2 XDA Atom masuk kotak (pensiun) dan saya ganti dengan perangkat khusus GPS yaitu Garmin Nuvi 1450. Garmin Nuvi 1450 telah menemani saya menjelajah berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Di era masa kini, teknologi smartphone (Android), baik hardware maupun software nya telah berkembang dengan pesat. Kita tidak lagi membutuhkan perangkat GPS receiver maupun Garmin karena fungsi GPS tersebut saat ini sudah terintegrasi dengan hardware smartphone. Aplikasi penunjangnya pun banyak tersedia dengan fitur yang handal – contohnya Google Maps, Waze, Tom Tom dan sebagainya. Pengguna smartphone masa kini sudah sangat paham cara menggunakan aplikasi tersebut, salah satunya untuk membantu menemukan rute terbaik ke tempat yang akan dituju.

Problem datang semenjak saya menggunakan kaca film V-Kool di kendaraan saya. Smartphone mengalami kesulitan untuk mendapatkan sinyal GPS dari Satelit dan kalaupun sudah lock, update nya juga (sangat) lambat. Problem ini lumayan merepotkan karena tentu kita tidak ingin tersesat di jalan akibat tidak adanya informasi penunjang dari aplikasi GPS kita.

Apakah ada hubungannya antara kaca film V-Kool dan sinyal GPS? Hal ini masih menjadi pertanyaan. Saya belum temukan keterangan resmi dari produsen V-Kool mengenai kaca film tersebut menghambat sinyal GPS. Namun demikian, kondisi ini seakan sudah menjadi hal umum yang diketahui oleh para pengguna kaca film V-Kool (banyak di diskusikan di forum-forum internet). Terlebih lagi vendor kaca film V-Kool pun mengkonfirmasi, bahwa kaca film tersebut tidak ramah terhadap sinyal GPS.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi problem ini, misalnya dengan menggunakan GPS receiver external yang dipasang diluar kendaraan, atau dengan melepas sebagian kecil dari kacafilm, khususnya di area depan agar sinyal GPS bisa masuk ke dalam kendaraan dengan leluasa.

Nah, tiba-tiba ingatan saya kembali pada Holux M-1000 yang hingga kini masih saya miliki. Dengan bantuan Paman Google dan uji coba sendiri, ternyata kombo smartphone dan Holux M-1000 GPS Receiver bisa berfungsi dengan sangat baik. Lock sinyal GPS menjadi jauh lebih cepat, dan tentunya jauh lebih hemat baterai smartphone. Berikut ini step yang dilakukan:

Daftar Perangkat yang diperlukan:
1. Holux M-1000 GPS Receiver
2. Charger mobil dengan 2 port USB
3. Satu kabel USB Type B Connector
4. Smartphone yang didukung dengan koneksi Bluetooth
5. Satu kabel USB untuk charge Smartphone (tipe kabel tergantung tipe connector smartphone)
6. Aplikasi “Bluetooth GPS” dari GG MobLab
7. Aplikasi GPS seperti Googlemap, Sygic atau Waze
8. Smartphone Car Holder

Langkah-langkah instalasi:

1. Download dan install aplikasi “Bluetooth GPS” dan “Googlemap, Sygic atau Waze”

2. Aktifkan setting “Mock GPS location” dengan cara (Android): Pilih Settings > Additional Settings > Developer Options > Select mock location app > Pilih “Bluetooth GPS”.

3. Turn on/nyalakan Holux M-1000 nya, kemudian koneksikan kabel charger nya. Letakkan M-1000 pada posisi yang aman dan stabil di area kaca depan atau kaca samping mobil. Upayakan cari posisi yang tidak kena sinar matahari secara langsung.

4. Aktifkan Bluetooth di smartphone Android, lakukan pairing dengan Holux M-1000. Passkey default nya adalah : 0000.
5. Buka aplikasi “Bluetooth GPS”, centang opsi “Enable Mock GPS Provider”, lalu klik CONNECT ke Holux M-1000. Dalam beberapa detik, aplikasi “Bluetooth GPS” akan terkoneksi dengan M-1000. Bila koneksi sukses maka di aplikasi “Bluetooth GPS” akan muncul data-data satelit (misalkan Altitude, Lat/Lon, Speed, dsb).

 

Pairing Bluetooth

 

Connecting Bluetooth GPS to M-1000

GPS is connected successfully and providing satellite data

6. Buka aplikasi GPS seperti Googlemap, Sygic atau Waze dan gunakan seperti biasa untuk melihat peta dan mencari rute/direction. Selesai dan siap berangkat!

Waze app is working normally

7. Opsional : Pasang smartphone di Car Holder agar kita bisa melihat dengan jelas tampilan aplikasi GPS saat kita sedang menyetir kendaraan. Namun hal ini opsional karena Smartphone bisa kita letakkan dimana saja.

Manfaat yang diperoleh dari konfigurasi kombo M-1000 dan Smartphone Android:
1. Hemat baterai. Kita bisa non-aktifkan fungsi GPS di smartphone karena sudah tidak diperlukan lagi. Smartphone kini tidak perlu lagi mencari sinyal GPS karena fungsi tersebut sudah diambil alih oleh Holux M-1000.
2. Lock sinyal GPS menjadi jauh lebih cepat. Koneksi GPS relatif lebih stabil.
3. Problem dengan kacafilm V-Kool selesai dan tuntas tanpa perlu merobek kacafilm.

Note: Jangan lupa untuk matikan dan simpan dengan baik Holux M-1000 nya saat sudah tidak digunakan. Hindari sinar matahari secara langsung agar tidak M-1000 nya tidak kepanasan.

Oke sobat, semoga informasi ini bermanfaat buat kalian. Hayuk jangan sungkan jika ada pertanyaan atau komentar 😃😄😉👍✌️💟💟

Advertisements

A Short Note on Baby Reina :)

  • She was born on February 4th, and I noticed that for the first 3 weeks she slept a lot, did not open her eyes completely. She also did not seem to be visually aware of the surroundings.
  • On the fourth week, her eyes are wide open, and she begins to visually notice us. She still could not immediately follow our movement from side to side.
  • On the fourth week, baby Reina has a new hobby – crying and looking restless in the night, not really interested in taking Mom’s milk. She will calm down if she’s being carried around.

Seven thoughts about the movie Avengers: Age of Utron (May 2015)

Avengers Age of Utron1. Full action-packed movie, end-to-end. Eyes glued to the screen most, if not all the time. Good!

2. UTRON – looking “very” smart, muscular, philosophical, have “really” bright ideas on how to destroy humanity. Promising!

3. Utron SUCKS big time when doing Combat with our Heroes. Poor fighting, bad aim, does not seem to understand the concept of teamwork (if you knew you/your robot couldn’t win 1-on-1 then do what? Find a solution!). Utter embarrassment!

4. Tony Stark a.k.a IRONMAN is always right. Even if he is wrong – there is and there will be a reason to make it right. Egoist!

5. Anyone who believes that a normal human – Natasha Romanoff / who is a highly skilled assassin – is capable of winning a fight versus Iron Man’s robot, using handgun is delusional. She will have to rely on his (super power) teammates – all the time. Does not make much sense!

6. Tendency to woo global audience or specifically Asia is interesting to note. They choose Korea as opposed to China, Hong Kong or Japan which are probably too mainstream these days. It’s all about Business!

7. The fact that HULK is running away from Natasha due to fear of not able to protect her from himself is unreal. Such dramatic melancholic romantic way of thinking only lives in Novel (I think). Most men will choose to live with a woman who loves him – embrace the happiness when it can exist – every single time. Every hero has this kind of internal struggle (concerns to protect their love interest). Learn how to handle it, find a way to mitigate risk. Immature!

Morning Sun at Grand Puri Laras (Multiple Exposure Shot)

It was Monday – 6.30 AM.

Grand Puri Laras

Grand Puri Laras – 11 August 2014 – 6.30 AM

Right after taking the boy to School, on my way back to home, I noticed how lovely the Clouds and Sun are. Once I got back, I immediately grabbed the Camera, CPL filter and Tripod. Take a short stroll away and got these shots.

Some of you may already know, it is impossible to get everything perfectly exposed in one shot, compared to the scene that our eyes can see.

When the sky is properly exposed (blue clouds, orange sun), the rest of the picture would become dark/under exposed. Vice versa, when the grass, cars, houses are correctly exposed (just as what they supposed to be), the sky would be blown up/white.

The solution is, of course, to capture multiple exposure shots, and then utilize Image Processing Software to combine and get the best of the shots.

Simply follow these steps : http://www.photoplusmag.com/2013/07/25/canon-dslr-tips-exposure-bracketing/

In this scenario, I’ve set :
1. Setup exposure bracketing to 5 shots, 1EV increment (Exposure Value). Make sure that the most under-exposed setting would expose the Sun correctly (the brightest spot in the picture).
2. Set the camera to 2 seconds timer (to minimize shake/hand intervention)
3. Set picture output to RAW (to maximize quality and flexibility in post-processing)
4. Of course, set the camera on tripod to minimize shake
5. Twist the CPL filter to get the best angle especially for the Clouds
6. Take the shot. With 2 seconds timer, the camera will take 5 hosts right away in one-go
7. Modify the exposure bracketing setting to over-exposed
8. Take the 2nd shot.
9. Download the pictures and merge them using Post Processing Software.

My own critics to the Photo:
1. It looks a bit flat, no foreground object and does not seem to invoke Mood. According to Cliff Mautner, a (good) photo should have 3 criteria : Texture, Dimension, and Mood.
2. It has lens issue called Converging Verticals. Some of the vertical lines (Buildings, Poles, etc) seems to be converging towards to top of the Frame. It requires fix on Post Processing Software.
3. It has Purple fringe issue/chromatic aberration. Look at the top-right of the photo, you can see purple line around a roof and top of a tree. Usually happen on high contrast spots. It requires fix on Post Processing Software.

Well, anyway, this is the first time I produced multiple exposures picture, (hopefully) things will (have to) get better over time. Cheers!