Solusi untuk Problem Sinyal GPS pada Kendaraan dengan Kaca Film V-Kool (Holux M-1000 dan Smartphone Android)

Note: Bagi kalian yang buru-buru ūüŹÉūüŹÉ, bisa langsung scroll down ke bawah untuk mendapatkan daftar perangkat yang dibutuhkan dan step-by-step instalasinya ūüėČūüĎć

C360_2017-04-17-12-39-15-053-01Hi Sobat РGPS telah lama menjadi andalan saya dalam berkendara. GPS saya manfaatkan untuk menunjukkan rute tercepat ke daerah-daerah yang tidak saya kenali, baik di kota Jakarta dan sekitarnya maupun untuk daerah di luar kota seperti Bogor, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Pacitan dan lainnya.

GPS telah menemani saya sejak tahun 2005an. Pada saat itu saya menggunakan 2 perangkat kombo yakni Holux M-1000 GPS Receiver dan perangkat PDA yakni 02 XDA Atom Exec (Windows Mobile). Tentu saja satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah software Garmin Mobile XT. Kombo tiga perangkat ini sebetulnya bentuk penggunaan yang tidak resmi alias hacking ūüėčūüėĀūüėÖ

Seiring perkembangan teknologi dan juga didorong oleh kebutuhan yang meningkat, di tahun 2009-2010, Holux M-1000 dan O2 XDA Atom masuk kotak (pensiun) dan saya ganti dengan perangkat khusus GPS yaitu Garmin Nuvi 1450. Garmin Nuvi 1450 telah menemani saya menjelajah berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Di era masa kini, teknologi smartphone (Android), baik hardware maupun software nya telah berkembang dengan pesat. Kita tidak lagi membutuhkan perangkat GPS receiver maupun Garmin karena fungsi GPS tersebut saat ini sudah terintegrasi dengan hardware smartphone. Aplikasi penunjangnya pun banyak tersedia dengan fitur yang handal Рcontohnya Google Maps, Waze, Tom Tom dan sebagainya. Pengguna smartphone masa kini sudah sangat paham cara menggunakan aplikasi tersebut, salah satunya untuk membantu menemukan rute terbaik ke tempat yang akan dituju.

Problem datang semenjak saya menggunakan kaca film V-Kool di kendaraan saya. Smartphone mengalami kesulitan untuk mendapatkan sinyal GPS dari Satelit dan kalaupun sudah lock, update nya juga (sangat) lambat. Problem ini lumayan merepotkan karena tentu kita tidak ingin tersesat di jalan akibat tidak adanya informasi penunjang dari aplikasi GPS kita.

Apakah ada hubungannya antara kaca film V-Kool dan sinyal GPS? Hal ini masih menjadi pertanyaan. Saya belum temukan keterangan resmi dari produsen V-Kool mengenai kaca film tersebut menghambat sinyal GPS. Namun demikian, kondisi ini seakan sudah menjadi hal umum yang diketahui oleh para pengguna kaca film V-Kool (banyak di diskusikan di forum-forum internet). Terlebih lagi vendor kaca film V-Kool pun mengkonfirmasi, bahwa kaca film tersebut tidak ramah terhadap sinyal GPS.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi problem ini, misalnya dengan menggunakan GPS receiver external yang dipasang diluar kendaraan, atau dengan melepas sebagian kecil dari kacafilm, khususnya di area depan agar sinyal GPS bisa masuk ke dalam kendaraan dengan leluasa.

Nah, tiba-tiba ingatan saya kembali pada Holux M-1000 yang hingga kini masih saya miliki. Dengan bantuan Paman Google dan uji coba sendiri, ternyata kombo smartphone dan Holux M-1000 GPS Receiver bisa berfungsi dengan sangat baik. Lock sinyal GPS menjadi jauh lebih cepat, dan tentunya jauh lebih hemat baterai smartphone. Berikut ini step yang dilakukan:

Daftar Perangkat yang diperlukan:
1. Holux M-1000 GPS Receiver
2. Charger mobil dengan 2 port USB
3. Satu kabel USB Type B Connector
4. Smartphone yang didukung dengan koneksi Bluetooth
5. Satu kabel USB untuk charge Smartphone (tipe kabel tergantung tipe connector smartphone)
6. Aplikasi “Bluetooth GPS” dari GG MobLab
7. Aplikasi GPS seperti Googlemap, Sygic atau Waze
8. Smartphone Car Holder

Langkah-langkah instalasi:

1. Download dan install aplikasi “Bluetooth GPS” dan “Googlemap, Sygic atau Waze”

2.¬†Aktifkan setting “Mock GPS location” dengan cara (Android): Pilih Settings > Additional Settings > Developer Options > Select mock location app > Pilih “Bluetooth GPS”.

3. Turn on/nyalakan Holux M-1000 nya, kemudian koneksikan kabel charger nya. Letakkan M-1000 pada posisi yang aman dan stabil di area kaca depan atau kaca samping mobil. Upayakan cari posisi yang tidak kena sinar matahari secara langsung.

4. Aktifkan Bluetooth di smartphone Android, lakukan pairing dengan Holux M-1000. Passkey default nya adalah : 0000.
5. Buka aplikasi “Bluetooth GPS”, centang opsi “Enable Mock GPS Provider”, lalu klik CONNECT ke Holux M-1000. Dalam beberapa detik, aplikasi “Bluetooth GPS” akan terkoneksi dengan M-1000. Bila koneksi sukses maka di aplikasi “Bluetooth GPS” akan muncul data-data satelit (misalkan Altitude, Lat/Lon, Speed, dsb).

 

Pairing Bluetooth

 

Connecting Bluetooth GPS to M-1000

GPS is connected successfully and providing satellite data

6. Buka aplikasi GPS seperti Googlemap, Sygic atau Waze dan gunakan seperti biasa untuk melihat peta dan mencari rute/direction. Selesai dan siap berangkat!

Waze app is working normally

7. Opsional : Pasang smartphone di Car Holder agar kita bisa melihat dengan jelas tampilan aplikasi GPS saat kita sedang menyetir kendaraan. Namun hal ini opsional karena Smartphone bisa kita letakkan dimana saja.

Manfaat yang diperoleh dari konfigurasi kombo M-1000 dan Smartphone Android:
1. Hemat baterai. Kita bisa non-aktifkan fungsi GPS di smartphone karena sudah tidak diperlukan lagi. Smartphone kini tidak perlu lagi mencari sinyal GPS karena fungsi tersebut sudah diambil alih oleh Holux M-1000.
2. Lock sinyal GPS menjadi jauh lebih cepat. Koneksi GPS relatif lebih stabil.
3. Problem dengan kacafilm V-Kool selesai dan tuntas tanpa perlu merobek kacafilm.

Note: Jangan lupa untuk matikan dan simpan dengan baik Holux M-1000 nya saat sudah tidak digunakan. Hindari sinar matahari secara langsung agar tidak M-1000 nya tidak kepanasan.

Oke sobat, semoga informasi ini bermanfaat buat kalian. Hayuk jangan sungkan jika ada pertanyaan atau komentar ūüėÉūüėĄūüėČūüĎć‚úĆÔłŹūüíüūüíü

Advertisements

Sawarna-Ujung Genteng-Palabuhan Ratu, Februari 2015 (Part 1)

Introduction

We love Holiday and Travelling (on a Budget) ūüôā ūüôā ūüôā

Pada 17-21 Februari 2015, keluarga Alee Di Vaio kembali “ngebolang” – menjalani ritual tahunan mengeksplorasi Tanah Jawa. Kali ini kami menjelajahi 3 daerah Wisata yang sudah tak asing lagi – yaitu Sawarna, Ujung Genteng, dan Palabuhan Ratu (yep – di beberapa plang petunjuk jalan tertulis Palabuhan, bukan Pelabuhan).

Sawarna adalah salah satu tujuan wisata bernuansa Pantai yang lumayan terkenal, dengan ikon khas nya yaitu Batu karang di Pantai Tanjung Layar. Namun demikian, setidaknya ada dua hal yang mungkin belum diketahui oleh kita, yaitu 1) Lokasi Sawarna ada di Provinsi Banten, bukan Jawa Barat, 2) Sawarna adalah nama desa, bukan nama Pantai. Di desa tersebut ternyata ada beberapa area pantai dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.

Sebagaimana biasanya, kami selalu memilih waktu plesir di luar periode peak season Рdengan rencana awal 16-19 Februari. Rencana kami adalah kembali ke Jakarta di hari Imlek (19 Februari), dengan harapan tidak terkena kemacetan di jalan. Arah tujuan kami saat pulang akan berlawanan arah dengan warga masyarakat yang baru mau berangkat liburan atau mudik pada hari Imlek tersebut.

Awalnya kami tidak begitu yakin dengan¬†kondisi jalan ke Sawarna, selain karena ini baru kali pertama, ditambah pula dengan “keharusan” untuk berangkat malam. Hal ini penting demi menghindari “neraka”¬†kemacetan selepas Tol Jagorawi menuju Sukabumi via jalur utama yaitu Cibadak yang sudah diketahui oleh seantero jagat raya (lebay mode on).

Ada satu jalur alternatif yaitu via Cikidang, namun setelah membaca¬†informasi di internet kami mendapat kesan jalur tersebut kondisi jalan nya lebih parah.¬†Dengan mempertimbangkan situasi¬†tersebut maka¬†berangkat¬†malam (dan berkendara dengan kecepatan sedang/santai) via Cibadak adalah pilihan terbaik yang bisa kami ambil. Pengalaman kami melewati jalur Cikidang bisa di baca disini ūüė¶ Note: Jalur Cikidang akan mem-bypass kota Sukabumi.

Itinerary Sawarna Feb 2015

Itinerary Sawarna 2015

Jalur Cibadak

Jalur Cibadak

Jalur CIkidang

Jalur CIkidang

Hari Pertama – Pantai Ciantir (Pasir Putih) dan Pantai Tanjung Layar

Peta Wisata Sawarna

Peta Wisata Sawarna

Dengan mengucap bismillah, kami¬†berangkat 10.30 malam, tiba di Desa Bayah Sawarna jam 4.30 pagi. Kondisi jalan terbilang cukup baik – 20% yang berlubang, namun tetap harus berhati-hati dan fokus. Selepas Tol Jagorawi s.d. Cibadak selalu ada saja lubang setiap beberapa ratus meter. Dari Sukabumi ke Palabuhan Ratu mulus hotmix.¬†Nah untuk jalur¬†Pelabuhan Ratu ke Sawarna¬†lumayan “keriting” alias rusak¬†dan juga konturnya berkelok-kelok.

IMG_9789_small

Averil dan Imara berpose di Villa Sawarna Indah

20150219_112212

Parkir yang lega di Villa Sawarna Indah

Kami menginap di Villa Sawarna Indah. Lokasinya tidak sulit ditemukan karena berada di tepi jalan utama Desa Bayah. Papan nama nya pun cukup jelas. Review Villa tsb bisa di klik disini. Setelah memilih kamar di posisi paling depan, kami pun beristirahat sejenak dan kemudian sarapan (dengan bekal kami sendiri). Tidak lama kemudian kami langsung capcus ke Pantai Ciantir a.k.a Pantai Pasir Putih yang posisi nya hanya sekitar 500m dari Villa tsb. Dalam kunjungan ini kami ditemani oleh Mang Wawan, sang Penjaga Villa yang baik hati.

Warning: Saran kami, jangan gunakan mobil untuk masuk ke pantai Ciantir/Pasir Putih. Meskipun jalur tersebut memang bisa dilalui oleh mobil (jalan cor beton) namun¬†cukup sempit hanya muat satu mobil. Ada beberapa tikungan tajam dan juga di sisi kanan/kiri jalan tidak rata/lubang atau parit sehingga bila tidak hati-hati bisa terjeblos. Selain itu bila berpapasan dengan mobil/motor dari arah berlawanan akan sulit untuk bermanuver. Kami cukup beruntung karena saat kami berkunjung, Pantai tersebut sangat sepi sehingga mobil kami tidak berpapasan dengan kendaraan lain. Dengan hati-hati kami susuri jalan tersebut mengikuti sang Penjaga Villa. Berikut ini adalah foto-foto di lokasi Pantai Ciantir ūüôā

IMG_9932_3_4_5_6_7_8_HDR_Small

Pantai Ciantir atau Pasir Putih dibatasi oleh baru karang besar

IMG_9981_small

AveriL dan Imara di Pantai Ciantir

20150217_090527

IMG_9920_Edit2

Ciri khas tanaman di pantai, yaitu Bunga Tapal Kuda

IMG_9859_Sawarna_HDR_Small

Pantai Ciantir di “bentengi” oleh dinding karang yang besar

Karakteristik Pantai Ciantir : Pasir Putih kecoklatan, relatif bersih, memanjang dan melengkung (lihat gambar). ombaknya relatif tenang (tergantung musim/cuaca).

Setelah puas bermain di Pantai Ciantir, kami kembali ke Penginapan untuk mandi, makan siang dan istirahat. Sore hari nya kami berangkat menuju pantai Tanjung Klayar. Jarak pos masuknya kurang lebih 300m dari Villa Sawarna Indah – setelah itu kita harus menggunakan motor (atau berjalan kaki) kurang lebih 500m melewati jembatan gantung, jalur conblok dan tanah.

Karakteristik Pantai Tanjung Layar: Pantai nya dipenuhi dengan karang, dengan berbagai ukuran. Dalam kondisi surut, kita bisa berjalan kaki ke dua buah Batu Karang besar yang menjadi ikon khas Pantai ini.

IMG_0121_Sawarna_HDR_smal

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

IMG_0199_Sawarna_HDR_Small

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

IMG_0192_3_4_5_6_7_8_HDR_small

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

Review PO Bus Pariwisata Suryaputra Adipradana (April 2015)

Summary: RECOMMENDED

Terkesan dengan video promo di Youtube, kami menghubungi hotline yang tercantum pada website Suryaputra.

20150403_085716-2

PO Bus yang berpusat di Bandung ini menyebutkan bahwa mereka memenangkan Award Bus Pariwisata Terbaik 2013 Р2014 dari Kemenhub. Pengalaman kami menunjukkan bahwa dari segi Pelayanan/Service, PO Bus ini lumayan memuaskan :).

Booking
Komunikasi berjalan dengan lancar, pembayaran DP dan pelunasan melalui transfer sebelum keberangkatan. Atas permintaan kami, bukti tanda jadi/kuitansi mereka kirim via email. Beberapa hari sebelum keberangkatan, mendadak team Marketing Suryaputra menghubungi kami dan menyampaikan bahwa ada perubahan harga sewa Bus.

Mengingat harga yang sudah disepakati sebelumnya, kami pun komplain dan meng-eskalasi, kami minta bicara dengan pihak Managementnya. Selang tidak lama kemudian, PO Suryaputra menghubungi kami kembali dan menganulir perubahan harga tersebut Рdengan demikian harga deal di awal tetap berlaku.

Keberangkatan
Jadwal keberangkatan kami dari meeting point di Pondok Indah adalah 06.00 pagi. Bus berangkat dari Bandung (pada malam hari nya Рtanpa extra biaya) dan tiba di lokasi lebih awal dari jadwal. Pak Supir dan Kondektur tidak mengalami kendala berarti dalam mencari alamat yang sudah diberikan. Very Good!

Kondisi Bus
Secara keseluruhan kondisi interior Bus cukup bersih dan baik. AC dan Cool box berfungsi optimal. Kita bisa berkaraoke juga/menyampaikan pengumuman dengan mikrofon. Tersedia fitur Colokan Listrik di depan Supir, yang langsung diserbu oleh para pengguna HP untuk charger. Tidak lupa juga tersedia selimut dan bantal leher. Reclining seat konfigurasi 2-2 dengan sofa yang cukup empuk (meskipun terlihat agak tua). Setiap pagi Bapak Kondektur akan membersihkan Bus dengan teliti baik interior maupun eksterior nya.

Satu hal yang kami sayangkan, ketika booking dulu di janjikan mendapat Bus baru (2014), namun yang dikirimkan ternyata adalah Bus 2012. meskipun Bus tersebut sudah menggunakan Air Suspension, namun saya yang duduk di posisi deretan belakang Supir masih “terganggu” dengan guncangan yang disebabkan oleh kondisi jalan. Di samping itu, di areal tempat duduk Supir juga mengeluarkan bunyi-bunyi decit yang kurang enak di dengar sepanjang perjalanan.

Saran kami kepada Anda yang ingin menggunakan jasa PO Suryaputra, agar memastikan betul kendaraan yang dikirim adalah kendaraan baru. Namun demikian perlu juga diperhatikan, bisa jadi kendaraan baru harga sewa nya relatif lebih mahal.

Kru Bus (Supir dan Kondektur)
3 hari perjalanan kami ke Jawa Tengah ditemani oleh¬†dua orang Supir dan satu orang Kondektur. Logat dan perilaku Beliau-Beliau ini¬†kental sekali nuansa Sunda nya ūüôā sopan dalam bersikap, santun dalam berbicara. Mereka juga memahami jalur ke lokasi-lokasi yang kami tuju, tetap tenang/tidak panik saat terjadi hal yang diluar dugaan (kami dialihkan menuju jalur alternatif).

Kalau ada telpon ke Supir, maka handphone tsb dialihkan ke sang kondektur. Untuk makan dan tempat menginap kami yang menyediakan, dan mereka tidak sekalipun menunjukkan sikap tidak suka/keluhan. Kelihatannya mereka paham bahwa mereka adalah ambasador/representatif perusahaan dan berusaha menjaga profesionalitas. Pak Kondektur juga selalu sigap dalam membantu (naik/turun barang), mencari penumpang yang belum naik, menjadi operator audio video, dsb.

Perjalanan/Driving Style
Supir pertama (Pak Ramdan) memiliki gaya menyetir yang lebih rileks, kecepatan sedang tanpa terlalu banyak akselerasi. Supir kedua (kami lupa catat namanya) relatif lebih agresif dan banyak akselerasi, namun tetap menjaga kenyamanan dan keamanan. Satu hal yang saya perhatikan, Bus ini tidak pernah mencapai kecepatan 100 km/jam, meskipun berapa di jalan Tol yang sedang sepi. Entah karena faktor keselamatan atau kondisi Bus itu sendiri yang kurang prima.

Kesimpulan
Secara keseluruhan kami puas dan akan menghubungi mereka lagi bila membutuhkan Bus Pariwisata. Namun lain kali kami juga akan lebih teliti dalam hal kondisi kenyamanan Bus (tentunya disesuaikan dengan kemampuan budget).

Saran
Menurut Bapak Kondektur Bus SPA, perusahaan mereka memiliki satu buah Bus dengan fasilitas Toilet internal, namun Bus tersebut relatif kurang banyak peminatnya. Hal ini antara lain disebabkan karena kurang nyaman untuk perjalanan jauh. Akumulasi bau yang tidak sedap dari Toilet tersebut apalagi jika sering buka-tutup pintu karena banyak pengguna Toilet merupakan kekurangan utama dari Bus tsb.


20150403_085716-2
20150403_231350-2 IMG_1991-220150403_231333-2

Review Villa Sawarna Indah (Februari 2015)

Villa Sawarna Indah

Villa Sawarna Indah

Summary : RECOMMENDED

  • Location (Lokasi): ‚ô•‚ô•‚ô•‚ô• (4 out of 5)
  • Sleep Quality (Kualitas Tidur): ‚ô•‚ô•‚ô•‚ô• (4 out of 5)
  • Rooms (Fasilitas Kamar): ‚ô•‚ô•‚ô•‚ô•¬†(4 out of 5)
  • Service (Pelayanan): ‚ô•‚ô•‚ô•‚ô• (4 out of 5)
  • Cleanliness (Kebersihan): ‚ô•‚ô•‚ô• (3 out of 5)
  • Value (Nilai Keseluruhan):¬†‚ô•‚ô•‚ô•‚ô• (4 out of 5)

¬†Gentle Reminder: Please support local people and local business.¬†Setiap berkunjung ke lokasi Wisata (kecuali Bali dan sejenisnya yang sudah sangat komersil) – kami senantiasa berupaya “berbagi” kepada warga lokal. Misalnya dengan membeli makanan ala kadarnya, menggunakan jasa mereka (ojek, tour guide, dsb), berkomunikasi dan berbagi ilmu dsb. Kami harap Pembaca semua juga tergerak untuk melakukan hal yang sama.

Pencarian kami untuk penginapan di Sawarna berawal dari website ini.
Di lanjutkan dengan komunikasi¬†telpon ke nomor yang tercantum di website tersebut, kami¬†terhubung dengan Pengelola¬†Villa –¬†Pak Iwan (085310830000), dan satu nomor lagi adalah istrinya (Teh Tina 085871246789). Berhubung Februari 2015 bukan termasuk peak season, maka kami berupaya negoisasi untuk mendapat diskon sewa kamar. Pak Iwan cukup bersahabat dan¬†segera dicapai deal harga. Kami pun booking kamar dan dengan kepercayaan yang tinggi tidak diwajibkan untuk membayar¬†DP (bayar di tempat).

Mengenai kondisi Villa Рtentunya kita tidak bisa membandingkan dengan villa di perkotaan atau area komersil lainnya seperti Puncak atau Malang. Harap dimaklumi adanya beberapa kelemahan di sana sini, terlebih lagi mengingat kondisi Desa Bayah yang sedikit di pedalaman, bisa dibilang Villa Sawarna Indah ini termasuk kategori bagus dan relatif mewah. Bahkan bila dibandingkan dengan obyek wisata terkenal lainnya seperti Pacitan (Pantai Klayar) dan Pantai Santolo di Garut Selatan Рmaka Villa Sawarna Indah ini beberapa level lebih baik.

Location : ‚ô•‚ô•‚ô•‚ô• (4 out of 5)
Posisi Villa mudah dicapai karena berada di pinggir jalan besar dengan plang nama yang jelas. Meskipun tidak dekat ke area wisata tertentu, namun juga tidak terlalu jauh. Menurut kami memang paling pas bila berkeliling menuju Pantai atau lokasi wisata lainnya menggunakan Motor Рbaik Ojek ataupun menumpang motor Penjaga Villa. Lahan parkir nya cukup luas, meskipun akan becek bila hujan (tanah, bukan conblock atau aspal). Sekitar 200m dari Villa terdapat rumah makan seafood dan bisa delivery order. Harga makanannya nya termasuk harga Jakarta (agak mahal untuk ukuran Desa Bayah).

Sleep Quality: ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Kasur springbed ukuran Queen dan AC sudah lebih dari cukup untuk kami beristirahat dengan tenang. Seperti kami sampaikan diatas, Penginapan ini bahkan lebih baik dari semua penginapan yang ada di lokasi wisata lain seperti Pacitan atau Santolo.

Rooms : ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Bangunan baru. Design Jepara yang cukup menarik menggunakan bahan kayu jati. Ruangan kamar lumayan lega. Di lengkapi dengan teras, kursi dan meja. Di masing-masing teras kamar juga terdapat Water Dispenser. Kamar mandi juga luas dan relatif bersih. Sudah menggunakan Toilet duduk dan shower. Tidak ada air panas. Harap dimaklumi saja bila ada sedikit kekurangan di sana sini dalam hal bangunan.

Service: ‚ô•‚ô•‚ô•‚ô• (4 out of 5)
Ada kesalahpahaman/miskomunikasi dalam hal Sarapan pagi Рdimana kami kira hal tersebut adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh Villa. Namun dalam kenyataannya tidak ada breakfast, khususnya hari kedua dan ketiga. Hal tersebut antara lain disebabkan karena 1) yang memasak sarapan adalah Penjaga Villa (Mang Wawan), yang notabene bersiaga sepanjang malam menanti tamu 2) Bila Penjaga Villa mengantar kami ke lokasi wisata maka otomatis ybs tidak bisa sarapan atau membersihkan kamar. Dalam situasi ini kami bertenggang rasa dan memaklumi saja. Bagi kami hal ini bukan persoalan besar. Sarapan kami beli/siapkan sendiri. Kami juga meminjam sapu serta lap dari Villa untuk bersih-bersih. Menurut Pak Iwan, karyawan Villa sebetulnya ada 4 orang, namun saat kami berkunjung kesana, karyawan lainnya sedang tidak masuk karena sesuatu dan lain hal.

Keluarga kami, terutama anak-anak sangat terkesan dengan Mang Wawan si Penjaga Villa. Orangnya sangat bersahabat dan cepat akrab dengan anak-anak kami, mengajak main, mencarikan ikan/kepiting, bercanda dsb. Mang Wawan berkenan menjadi tour guide kami berkeliling Sawarna, melewati jalur-jalur ekstrim dalam kondisi gelap untuk mengejar Sunrise tanpa mengeluh. Di sisi lain, saran kami adalah agar tamu juga bisa maklum dan sedikit proaktif. Misalnya bila lampu/air/AC mati, butuh bantuan, pembersihan kamar dll Рtamulah yang mendatangi Penjaga Villa yang tinggal di salah satu kamar.

Mang Wawan (tak bertopi) bersiap mengantar kami ke Pantai Legon Pari untuk melihat sunrise

Mang Wawan (tak bertopi) bersiap mengantar kami ke Pantai Legon Pari untuk melihat sunrise

Cleanliness: ‚ô•‚ô•‚ô• (3 out of 5)
Meskipun kamar nya relatif bersih, namun Semut menjadi pengunjung setia kamar kami.

Value: ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Overall value 4 stars untuk alasan-alasan yang sudah dijelaskan di atas. Satu kata : PUAS !

Kompetitor : Villa Little Hula Hula. Penginapan ini mungkin bisa dikatakan yang paling terkenal (dibangun lebih awal) dan paling luas di Sawarna. Lokasinya sekitar 200m dari Villa Sawarna Indah.

20150219_112212
Villa Sawarna Indah dengan design Jepara (kayu)
IMG_9789_small
AveriL dan Imara di depan Kamar
IMG_0026
Villa Sawarna Indah memanjang ke belakang dan berundak-undak
IMG_0017
Lapangan parkir yang luas dan posisi Villa di pinggir jalan utama Desa Bayah
Villa-4
AveriL, Imara, Mang Wawan dan Mom
Villa-2
Kamar-kamar Villa tersusun memanjang

Villa-3 Villa-1

Solo-Pacitan-Tawangmangu 2014 Trip Part 1

Hi Guys! We really had a great time on our last 9-days vacation … visiting never-been-before locations and interesting sites ūüôā
I’ve prepared some notes around Day 0 of the trip – hope you can enjoy it and find it useful.

Note : The full original dan actual Itinerary can be found here

The Plan – Day 0 and 1
Itinerary Day 1

On most of our previous trips, we were always be travelling inter-cities and provinces by Car. However, this time we wanted to take a different approach: travelling by Train, and then we would had a driver took the Car to the destination City so that we could use it.

20141019_003834

You might be wondering by we took such laborious efforts, well here is why :

1. To maintain Stamina and Energy-level
I’ve estimated that driving from Jakarta to Solo would take at least 16 hours non-stop and that would go through the South route. Taking the North route is potentially going to take longer time as there could be road maintenance, accidents, and we’ve heard that Comal bridge is still being a bottleneck. Driving for such a long period is not only going to drain our stamina (especially the driver i.e me) but potentially affecting our overall health. We can not afford that.

2. It offers more flexibility and is cheaper than renting a car in the destination City
We’ve had a lot of stuffs to carry from Jakarta and obviously we couldn’t take them all with train. In fact most of our baggage and items were loaded to the Car and we brought 3 bags with us – which was too many (remember we also had 2 kids to take care of ūüôā ). We wouldn’t have this flexibility if we chose renting a car.

To be able to keep the cost low, the key here is of course the cost of the train tickets. We’ve purchased 6 seats of ticket and each of them is Rp 65k, so total Train ticket cost is Rp 390k. The overall driver cost (include gasoline, toll, etc) is Rp 1,200k. Due to the stuffs that we had, if we wanted to rent a car, we would need to choose Kijang Innova which is about Rp 500k per 12 hours. The nature of our vacation would require us to travel very early in the morning, all the way up to evening. Therefore cost of rent would be very expensive.

3. Faster Arrival
Transport by Train is expected to take around 9 to 10 hours. If we are able to arrive sooner, then we could have more flexible arranging vacation time and going to places rather than spending more hours just for the long trip.

3c2b1-original

Selfie with the Most Beautiful Girl at Pasar Senen Train Station

This was our first time to take economy Train – so we didn’t really knew what to expect.

Here are some quick and easy tips for you :

1. Book the train tickets as early as possible. My recommendation is to book around 60 – 90 days from Departure date. Yep, order 3 months ahead otherwise you’ll regret it and it’s going to be fully booked. If you’d like to order more than 4 seats – make 2 calls and 2 orders, but on the second one, tell the Customer Service that you would like to have the 5th and 6th seats to be near or beside the previous ones.

2. You do not want to be late. Arrive at least 1,5 hour before train scheduled departure. You’ll need to print your tickets in the printing building.

3. At the entry gate there will be a lot of people, gathered around in a small area. You do not need to take the queue and get packed into the folks, getting sweaty, and probably pushed around. Just be calm, go to the side and let the majority of the Folks to enter the ticket gate. Once there aren’t so many of them, then you can take your queue and make an entry to the train station boarding area. There is no need to rush.

4. When the train arrives, some people will try very hard to make an early entry. This is because they probably have so much bags to carry and they need to find spaces. You do not have to do this. Take your time to board the train. If you find that your bag space around your seats is already filled up, take a polite approach and ask the owner to take it somewhere else. Again, be calm and polite, can not stress this enough. Folks will understand that you have the first right to keep your bag there.

5. Try not to bring too much stuffs with you. Travel as light as you can. However because we have kids, we brought along our IPAD and G-Tab with us which helped a lot to take away the kids attention.

6. You really wouldn’t want to visit the economy Train’s toilet very often. Make sure that you’ve done whatever you need to do at the Station’s toilet ūüôā



20141018_17054920141018_14521620141019_00342720141018_170457

Itinerary 2014 Java Trip – The Original vs Actual

Considering a number of tangible and intangible factors, this is what my original itinerary looked like :

Original Itinerary
Itinerary OriginalItinerary Original b

You might have noticed that there were a lot of activities being planned, however not all of the “To-Do” List is something that is mandatory. We could and have cancelled some of the activities due to real-life situation.

This was our Actual Itinerary, as we progressed along, took decision considering real-life situations and tried to be flexible :

Actual Itinerary
Itinerary Actual A

Itinerary Actual B

Guess what? If I have the chance to re-visit these Places again, this is the Itinerary that I would recommend :

Best Itinerary (not yet available)

Review Aziza Hotel Solo : Very Good Bargain, Fit for Purpose (3.5-star Hotel)

Aziza Hotel

Aziza Hotel – Lobby

This was our second visit to Solo (Surakarta) and the first time we stayed for more than one night. We wanted to find a comfortable place to clean ourselves, take some rest, have a decent breakfast and if possible, just a little bit of swimming time for the kids. We knew we would spend most of our time out, exploring places, so we did not want to choose the most expensive Hotel.

Aziza Hotel

Aziza Hotel – Twin Bed Room

Aziza seems like a perfect fit and it surely was. The building is new and strategically located near Galabo (cheap food stalls for quick and easy dinner), Klewer Market (traditional market to get cheap Batik) and other interesting places. Looks like the Hotel is targeting Moslem-based visitors, but if you are not moslem, I think you will still like this hotel without much issues.

20141023_144549

Breakfast/Dining Room

We stayed two times in this Hotel in the space of one week, and got a bit of mixed experience. Both bookings were done from Expedia and flawless. Check-in (at 3 am) was a breeze. However, on the second visit, the Hotel staff claimed they have not received any information from Expedia for our booking, and not until we shared them the reservation email that we had, then they let us to stay. Check-out took less than 1 minute.

What we like from Aziza Hotel :

1. Hotel rate through online reservation is excellent, already includes Breakfast and free Wifi
2. Strategically located near several interesting places in town
3. The building is new, cleanliness is not an issue
4. The Staffs are warm, friendly and helpful
5. Breakfast starts at 6 am, which is early, just as we want – so that we can spend more time outside
6. The TV has live video feed connection to the Mushalla during prayers time

20141020_070319

Breakfast/Dining Room

What we think could be improved further :

20141019_205829

Small Ponds in front of Lift

1. The refrigerator, while it is on, is NOT cool at all. We had a hard time taking care of our own drinks and blue ice.
2. They do not have Cable TV Channels, so the kids could not watch their favorite cartoon shows.
3. Nobody would walk-around and offers you with Tea or Coffee. You have to take everything by yourself and sometimes it took a while for them to refill the empty tea pot.
4. Wifi signal did not reach our room at 501 – which is disappointing. We had to go outside of the room on the alley to get the signal.
5. Room 501 door was not sealed properly. When I was on the alley I could hear my kids talking very clearly even though the room Door was shut fully. No privacy is not a good thing.

Aziza Hotel

Mushalla