Review AC Panasonic 0.5 PK Tipe CS/CU-XN5SKJ (Low Watt)

Sobat – kali ini saya mau share mengenai AC Panasonic Low Watt (320W) tipe CS/CU-XN5SKJ (0.5 PK) yang baru saya beli dari Electronic City beberapa hari yang lalu. AC ini dipasang di kamar tidur berukuran 3 x 4 meter. Harga beli nya berapa? 3,599,000 termasuk pemasangan, pipa 5 meter dan braket.

Kenapa sih pilihnya Panasonic? Jawaban singkatnya, karena saya sudah punya AC Panasonic juga (tipe inverter) dan sejauh ini merasa puas. Kali ini keputusan yang saya buat untuk membeli tidak didasarkan pada data-data yang terlalu teknis tapi lebih kepada pengalaman dan juga unsur feeling – mana yang bisa memberikan value maksimal (antara harga, service, dan kualitas). Apakah Panasonic adalah AC yang paling bagus? Jawabannya adalah tidak. Mari kita simak ulasan yang lebih detail sebagai berikut:

Dari hasil survei toko dan dari informasi online, tampaknya AC terbaik adalah produksi dari Daikin. Saya tidak punya bukti teknis mengenai hal ini, tetapi perlu diakui bahwa AC Daikin memang banyak digunakan di gedung perkantoran dan juga di kalangan industri. Dari sini saya asumsikan bahwa kualitasnya memang diakui oleh para profesional. Sudah bisa di duga, secara harga AC Daikin termasuk yang paling mahal dibanding AC merk-merk lain.

Saya juga memiliki AC Samsung (0.5 PK) dan LG (1 PK – inverter). Keduanya pernah bermasalah. Apakah ini artinya AC dari kedua produsen tersebut jelek? Belum tentu juga 🙂  Saya kira kita bisa mempercayai kualitas dari produsen elektronik yang brand nya sudah kuat namun saat ini saya ingin mempercayakan pada Panasonic.

Setiap produsen AC punya fitur-fitur yang mereka unggulkan, namun sebagian dari fitur tersebut sebetulnya mirip-mirip satu sama lain. Saya sendiri tidak terlalu mau terpengaruh terhadap “jualan kecap” dari Sales, karena saya bisa lakukan perbandingan sendiri. Semua informasi nya sudah tersedia secara online kalau kita mau melakukan perbandingan. Kenapa pilih tipe XN5SKJ? Karena tipe ini:

  • Watt nya lebih rendah dibandingkan tipe Panasonic yang lain yaitu 320 W
  • Menggunakan Refrigeran R32 (ramah lingkungan)
  • Support teknologi ECONAVI (pengaturan suhu secara otomatis)
  • Support Nano-G (pemurnian udara)
  • Support teknologi Ecosmart
  • Outdoor nya sudah support Eco Tough

Kenapa beli di Electronic City? Tentu karena value nya secara keseluruhan adalah yang terbaik. Dari segi harga saya mendapatkan diskon tambahan sehingga AC Panasonic XN5SKJ dijual dengan 3,599,00 sudah termasuk pemasangan, braket, dan pipa AC sepanjang 5 meter. Harga ini diluar kabel listrik dan duct tape. Harga tersebut adalah yang termurah dibanding toko-toko online lainnya. Yang unik adalah, harga tersebut adalah harga toko yang berbeda dengan harga yang tercantum di websitenya Electronic City. Selain itu, kita sudah tahu bahwa Electronic City adalah toko yang punya brand bagus, sehingga kita bisa merasa aman (tidak khawatir ditipu dengan produk rusak), staf pemasangannya resmi dari mereka, after-sales nya juga bisa dipercaya. AC tersebut diantar satu hari setelah pembelian, dan dipasang 2 hari setelah nya (sesuai permintaan saya).

AC ini produksi Indonesia, sedangkan beberapa merk lain dibuat di Malaysia atau Thailand. Ini adalah faktor yang perlu dipertimbangkan namun bagi saya hal tersebut bukan masalah besar. Saya percaya pada kualitas buatan Indonesia, dan juga pepatah yang mengatakan “ada harga, ada rupa”. Barang yang tidak laku, atau kualitasnya buruk, maka harganya akan jatuh atau lebih rendah. Begitupun sebaliknya.

AC XN5SKJ ini bukanlah tipe termurah dari Panasonic untuk 0.5 PK. Masih ada KN5SKJ (Low Watt, Ecosmart dan Eco tough), dan YN5SKJ (paling standard). Harga adalah salah satu point yang jadi pertimbangan, tapi buat saya yang utama adalah overall value-nya.

Okay – bagaimana dengan review dari AC itu sendiri?

Pertama, butuh waktu untuk AC 0.5 PK agar bisa mendinginkan ruangan 3×4 meter. Ini wajar dan memang level dingin serta semburan anginnya berbeda dengan AC 1 PK. Jadi, kalau Sobat ingin AC yang cepat mendinginkan ruangan serta semburan udara dinginnya kuat, maka belilah yang PKnya lebih besar 🙂 Buat saya, 0.5 PK memadai dari segi Watt, harga dan kenyamanan.

Kedua, suara, untuk indoor tidak ada keluhan. Hasil pengukuran Sound-meter menunjukkan 34 dB yang artinya cukup senyap. Suara outdoor nya tidak berisik, namun juga tidak senyap. Hasil pengukuran menunjukkan 60 dB.

Saya akan update artikel ini dalam 3 bulan ke depan untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai kondisi kenyamanan AC Panasonic XN5SJK. Sejauh ini belum mengecewakan. Terimakasih!

Sawarna-Ujung Genteng-Palabuhan Ratu, Februari 2015 (Part 1)

Introduction

We love Holiday and Travelling (on a Budget) 🙂 🙂 🙂

Pada 17-21 Februari 2015, keluarga Alee Di Vaio kembali “ngebolang” – menjalani ritual tahunan mengeksplorasi Tanah Jawa. Kali ini kami menjelajahi 3 daerah Wisata yang sudah tak asing lagi – yaitu Sawarna, Ujung Genteng, dan Palabuhan Ratu (yep – di beberapa plang petunjuk jalan tertulis Palabuhan, bukan Pelabuhan).

Sawarna adalah salah satu tujuan wisata bernuansa Pantai yang lumayan terkenal, dengan ikon khas nya yaitu Batu karang di Pantai Tanjung Layar. Namun demikian, setidaknya ada dua hal yang mungkin belum diketahui oleh kita, yaitu 1) Lokasi Sawarna ada di Provinsi Banten, bukan Jawa Barat, 2) Sawarna adalah nama desa, bukan nama Pantai. Di desa tersebut ternyata ada beberapa area pantai dengan karakteristik yang berbeda-beda pula.

Sebagaimana biasanya, kami selalu memilih waktu plesir di luar periode peak season – dengan rencana awal 16-19 Februari. Rencana kami adalah kembali ke Jakarta di hari Imlek (19 Februari), dengan harapan tidak terkena kemacetan di jalan. Arah tujuan kami saat pulang akan berlawanan arah dengan warga masyarakat yang baru mau berangkat liburan atau mudik pada hari Imlek tersebut.

Awalnya kami tidak begitu yakin dengan kondisi jalan ke Sawarna, selain karena ini baru kali pertama, ditambah pula dengan “keharusan” untuk berangkat malam. Hal ini penting demi menghindari “neraka” kemacetan selepas Tol Jagorawi menuju Sukabumi via jalur utama yaitu Cibadak yang sudah diketahui oleh seantero jagat raya (lebay mode on).

Ada satu jalur alternatif yaitu via Cikidang, namun setelah membaca informasi di internet kami mendapat kesan jalur tersebut kondisi jalan nya lebih parah. Dengan mempertimbangkan situasi tersebut maka berangkat malam (dan berkendara dengan kecepatan sedang/santai) via Cibadak adalah pilihan terbaik yang bisa kami ambil. Pengalaman kami melewati jalur Cikidang bisa di baca disini 😦 Note: Jalur Cikidang akan mem-bypass kota Sukabumi.

Itinerary Sawarna Feb 2015

Itinerary Sawarna 2015

Jalur Cibadak

Jalur Cibadak

Jalur CIkidang

Jalur CIkidang

Hari Pertama – Pantai Ciantir (Pasir Putih) dan Pantai Tanjung Layar

Peta Wisata Sawarna

Peta Wisata Sawarna

Dengan mengucap bismillah, kami berangkat 10.30 malam, tiba di Desa Bayah Sawarna jam 4.30 pagi. Kondisi jalan terbilang cukup baik – 20% yang berlubang, namun tetap harus berhati-hati dan fokus. Selepas Tol Jagorawi s.d. Cibadak selalu ada saja lubang setiap beberapa ratus meter. Dari Sukabumi ke Palabuhan Ratu mulus hotmix. Nah untuk jalur Pelabuhan Ratu ke Sawarna lumayan “keriting” alias rusak dan juga konturnya berkelok-kelok.

IMG_9789_small

Averil dan Imara berpose di Villa Sawarna Indah

20150219_112212

Parkir yang lega di Villa Sawarna Indah

Kami menginap di Villa Sawarna Indah. Lokasinya tidak sulit ditemukan karena berada di tepi jalan utama Desa Bayah. Papan nama nya pun cukup jelas. Review Villa tsb bisa di klik disini. Setelah memilih kamar di posisi paling depan, kami pun beristirahat sejenak dan kemudian sarapan (dengan bekal kami sendiri). Tidak lama kemudian kami langsung capcus ke Pantai Ciantir a.k.a Pantai Pasir Putih yang posisi nya hanya sekitar 500m dari Villa tsb. Dalam kunjungan ini kami ditemani oleh Mang Wawan, sang Penjaga Villa yang baik hati.

Warning: Saran kami, jangan gunakan mobil untuk masuk ke pantai Ciantir/Pasir Putih. Meskipun jalur tersebut memang bisa dilalui oleh mobil (jalan cor beton) namun cukup sempit hanya muat satu mobil. Ada beberapa tikungan tajam dan juga di sisi kanan/kiri jalan tidak rata/lubang atau parit sehingga bila tidak hati-hati bisa terjeblos. Selain itu bila berpapasan dengan mobil/motor dari arah berlawanan akan sulit untuk bermanuver. Kami cukup beruntung karena saat kami berkunjung, Pantai tersebut sangat sepi sehingga mobil kami tidak berpapasan dengan kendaraan lain. Dengan hati-hati kami susuri jalan tersebut mengikuti sang Penjaga Villa. Berikut ini adalah foto-foto di lokasi Pantai Ciantir 🙂

IMG_9932_3_4_5_6_7_8_HDR_Small

Pantai Ciantir atau Pasir Putih dibatasi oleh baru karang besar

IMG_9981_small

AveriL dan Imara di Pantai Ciantir

20150217_090527

IMG_9920_Edit2

Ciri khas tanaman di pantai, yaitu Bunga Tapal Kuda

IMG_9859_Sawarna_HDR_Small

Pantai Ciantir di “bentengi” oleh dinding karang yang besar

Karakteristik Pantai Ciantir : Pasir Putih kecoklatan, relatif bersih, memanjang dan melengkung (lihat gambar). ombaknya relatif tenang (tergantung musim/cuaca).

Setelah puas bermain di Pantai Ciantir, kami kembali ke Penginapan untuk mandi, makan siang dan istirahat. Sore hari nya kami berangkat menuju pantai Tanjung Klayar. Jarak pos masuknya kurang lebih 300m dari Villa Sawarna Indah – setelah itu kita harus menggunakan motor (atau berjalan kaki) kurang lebih 500m melewati jembatan gantung, jalur conblok dan tanah.

Karakteristik Pantai Tanjung Layar: Pantai nya dipenuhi dengan karang, dengan berbagai ukuran. Dalam kondisi surut, kita bisa berjalan kaki ke dua buah Batu Karang besar yang menjadi ikon khas Pantai ini.

IMG_0121_Sawarna_HDR_smal

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

IMG_0199_Sawarna_HDR_Small

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

IMG_0192_3_4_5_6_7_8_HDR_small

Pantai Tanjung Layar, Sawarna

Review Villa Sawarna Indah (Februari 2015)

Villa Sawarna Indah

Villa Sawarna Indah

Summary : RECOMMENDED

  • Location (Lokasi): ♥♥♥♥ (4 out of 5)
  • Sleep Quality (Kualitas Tidur): ♥♥♥♥ (4 out of 5)
  • Rooms (Fasilitas Kamar): ♥♥♥♥ (4 out of 5)
  • Service (Pelayanan): ♥♥♥♥ (4 out of 5)
  • Cleanliness (Kebersihan): ♥♥♥ (3 out of 5)
  • Value (Nilai Keseluruhan): ♥♥♥♥ (4 out of 5)

 Gentle Reminder: Please support local people and local business. Setiap berkunjung ke lokasi Wisata (kecuali Bali dan sejenisnya yang sudah sangat komersil) – kami senantiasa berupaya “berbagi” kepada warga lokal. Misalnya dengan membeli makanan ala kadarnya, menggunakan jasa mereka (ojek, tour guide, dsb), berkomunikasi dan berbagi ilmu dsb. Kami harap Pembaca semua juga tergerak untuk melakukan hal yang sama.

Pencarian kami untuk penginapan di Sawarna berawal dari website ini.
Di lanjutkan dengan komunikasi telpon ke nomor yang tercantum di website tersebut, kami terhubung dengan Pengelola Villa – Pak Iwan (085310830000), dan satu nomor lagi adalah istrinya (Teh Tina 085871246789). Berhubung Februari 2015 bukan termasuk peak season, maka kami berupaya negoisasi untuk mendapat diskon sewa kamar. Pak Iwan cukup bersahabat dan segera dicapai deal harga. Kami pun booking kamar dan dengan kepercayaan yang tinggi tidak diwajibkan untuk membayar DP (bayar di tempat).

Mengenai kondisi Villa – tentunya kita tidak bisa membandingkan dengan villa di perkotaan atau area komersil lainnya seperti Puncak atau Malang. Harap dimaklumi adanya beberapa kelemahan di sana sini, terlebih lagi mengingat kondisi Desa Bayah yang sedikit di pedalaman, bisa dibilang Villa Sawarna Indah ini termasuk kategori bagus dan relatif mewah. Bahkan bila dibandingkan dengan obyek wisata terkenal lainnya seperti Pacitan (Pantai Klayar) dan Pantai Santolo di Garut Selatan – maka Villa Sawarna Indah ini beberapa level lebih baik.

Location : ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Posisi Villa mudah dicapai karena berada di pinggir jalan besar dengan plang nama yang jelas. Meskipun tidak dekat ke area wisata tertentu, namun juga tidak terlalu jauh. Menurut kami memang paling pas bila berkeliling menuju Pantai atau lokasi wisata lainnya menggunakan Motor – baik Ojek ataupun menumpang motor Penjaga Villa. Lahan parkir nya cukup luas, meskipun akan becek bila hujan (tanah, bukan conblock atau aspal). Sekitar 200m dari Villa terdapat rumah makan seafood dan bisa delivery order. Harga makanannya nya termasuk harga Jakarta (agak mahal untuk ukuran Desa Bayah).

Sleep Quality: ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Kasur springbed ukuran Queen dan AC sudah lebih dari cukup untuk kami beristirahat dengan tenang. Seperti kami sampaikan diatas, Penginapan ini bahkan lebih baik dari semua penginapan yang ada di lokasi wisata lain seperti Pacitan atau Santolo.

Rooms : ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Bangunan baru. Design Jepara yang cukup menarik menggunakan bahan kayu jati. Ruangan kamar lumayan lega. Di lengkapi dengan teras, kursi dan meja. Di masing-masing teras kamar juga terdapat Water Dispenser. Kamar mandi juga luas dan relatif bersih. Sudah menggunakan Toilet duduk dan shower. Tidak ada air panas. Harap dimaklumi saja bila ada sedikit kekurangan di sana sini dalam hal bangunan.

Service: ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Ada kesalahpahaman/miskomunikasi dalam hal Sarapan pagi – dimana kami kira hal tersebut adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh Villa. Namun dalam kenyataannya tidak ada breakfast, khususnya hari kedua dan ketiga. Hal tersebut antara lain disebabkan karena 1) yang memasak sarapan adalah Penjaga Villa (Mang Wawan), yang notabene bersiaga sepanjang malam menanti tamu 2) Bila Penjaga Villa mengantar kami ke lokasi wisata maka otomatis ybs tidak bisa sarapan atau membersihkan kamar. Dalam situasi ini kami bertenggang rasa dan memaklumi saja. Bagi kami hal ini bukan persoalan besar. Sarapan kami beli/siapkan sendiri. Kami juga meminjam sapu serta lap dari Villa untuk bersih-bersih. Menurut Pak Iwan, karyawan Villa sebetulnya ada 4 orang, namun saat kami berkunjung kesana, karyawan lainnya sedang tidak masuk karena sesuatu dan lain hal.

Keluarga kami, terutama anak-anak sangat terkesan dengan Mang Wawan si Penjaga Villa. Orangnya sangat bersahabat dan cepat akrab dengan anak-anak kami, mengajak main, mencarikan ikan/kepiting, bercanda dsb. Mang Wawan berkenan menjadi tour guide kami berkeliling Sawarna, melewati jalur-jalur ekstrim dalam kondisi gelap untuk mengejar Sunrise tanpa mengeluh. Di sisi lain, saran kami adalah agar tamu juga bisa maklum dan sedikit proaktif. Misalnya bila lampu/air/AC mati, butuh bantuan, pembersihan kamar dll – tamulah yang mendatangi Penjaga Villa yang tinggal di salah satu kamar.

Mang Wawan (tak bertopi) bersiap mengantar kami ke Pantai Legon Pari untuk melihat sunrise

Mang Wawan (tak bertopi) bersiap mengantar kami ke Pantai Legon Pari untuk melihat sunrise

Cleanliness: ♥♥♥ (3 out of 5)
Meskipun kamar nya relatif bersih, namun Semut menjadi pengunjung setia kamar kami.

Value: ♥♥♥♥ (4 out of 5)
Overall value 4 stars untuk alasan-alasan yang sudah dijelaskan di atas. Satu kata : PUAS !

Kompetitor : Villa Little Hula Hula. Penginapan ini mungkin bisa dikatakan yang paling terkenal (dibangun lebih awal) dan paling luas di Sawarna. Lokasinya sekitar 200m dari Villa Sawarna Indah.

20150219_112212
Villa Sawarna Indah dengan design Jepara (kayu)
IMG_9789_small
AveriL dan Imara di depan Kamar
IMG_0026
Villa Sawarna Indah memanjang ke belakang dan berundak-undak
IMG_0017
Lapangan parkir yang luas dan posisi Villa di pinggir jalan utama Desa Bayah
Villa-4
AveriL, Imara, Mang Wawan dan Mom
Villa-2
Kamar-kamar Villa tersusun memanjang

Villa-3 Villa-1

Review Aziza Hotel Solo : Very Good Bargain, Fit for Purpose (3.5-star Hotel)

Aziza Hotel

Aziza Hotel – Lobby

This was our second visit to Solo (Surakarta) and the first time we stayed for more than one night. We wanted to find a comfortable place to clean ourselves, take some rest, have a decent breakfast and if possible, just a little bit of swimming time for the kids. We knew we would spend most of our time out, exploring places, so we did not want to choose the most expensive Hotel.

Aziza Hotel

Aziza Hotel – Twin Bed Room

Aziza seems like a perfect fit and it surely was. The building is new and strategically located near Galabo (cheap food stalls for quick and easy dinner), Klewer Market (traditional market to get cheap Batik) and other interesting places. Looks like the Hotel is targeting Moslem-based visitors, but if you are not moslem, I think you will still like this hotel without much issues.

20141023_144549

Breakfast/Dining Room

We stayed two times in this Hotel in the space of one week, and got a bit of mixed experience. Both bookings were done from Expedia and flawless. Check-in (at 3 am) was a breeze. However, on the second visit, the Hotel staff claimed they have not received any information from Expedia for our booking, and not until we shared them the reservation email that we had, then they let us to stay. Check-out took less than 1 minute.

What we like from Aziza Hotel :

1. Hotel rate through online reservation is excellent, already includes Breakfast and free Wifi
2. Strategically located near several interesting places in town
3. The building is new, cleanliness is not an issue
4. The Staffs are warm, friendly and helpful
5. Breakfast starts at 6 am, which is early, just as we want – so that we can spend more time outside
6. The TV has live video feed connection to the Mushalla during prayers time

20141020_070319

Breakfast/Dining Room

What we think could be improved further :

20141019_205829

Small Ponds in front of Lift

1. The refrigerator, while it is on, is NOT cool at all. We had a hard time taking care of our own drinks and blue ice.
2. They do not have Cable TV Channels, so the kids could not watch their favorite cartoon shows.
3. Nobody would walk-around and offers you with Tea or Coffee. You have to take everything by yourself and sometimes it took a while for them to refill the empty tea pot.
4. Wifi signal did not reach our room at 501 – which is disappointing. We had to go outside of the room on the alley to get the signal.
5. Room 501 door was not sealed properly. When I was on the alley I could hear my kids talking very clearly even though the room Door was shut fully. No privacy is not a good thing.

Aziza Hotel

Mushalla

Focus on Lighting Photos (Part 1)

I actually enjoy reading a lot more than writing ☺ and the most recent book I have read was “Focus On Lighting Photos” by Fil Hunter and Robin Reid. Perhaps it is obvious as a photography book; and it appears to be targeted for basic/beginner camera user (like me).

Focus On Lighting Photos: Focus on the Fundamentals

Lighting is one of the most important aspect of taking a good photo – by having a really good understanding on this subject, hopefully we would be able to significantly improve the quality of the photo that we produce.

Following is what I consider as key points from the book and I am hoping that we will find it useful.

1. We often find that our (existing) lights will not do what we want without modifiers. There are few types we need to know about : mirror/reflector, fill light, diffuser.

2. In portraiture, there is almost always a main/key light. It can be in form of reflector material such as a white board. We want a fairly large light source because it is softer. White reflector will produce softer light, while silver would be brighter.

3. Silver reflects the light like a mirror, it will look similar to the original light source. That means a big silver reflector behaves exactly like a small one.

4. Fill Light brightens the shadows.

5. We need to learn 3 things : where to put the light, what size it should be, and how to make a fill.

6. On a cloudless day, the Sun is a small, hard light. On a very cloudy day, the Sun is a huge soft source of light. Usually we want something in between.

7. Photographers vignette images (darkening the edges of a portrait that is mostly dark or lightening the edges when the image is mostly light) to help direct the viewer eye to the subject and makes the edge of the image sort of fade away instead of just cutting off.

8. With the most sophisticated camera-flash combination, a monkey can shoot 800 pictures and get at least one good one. Turning off the automation, we can shoot five or six pictures and get at least one good one. Message : Don’t be a monkey.

9. Small Lights make hard shadows; Big Lights make soft shadows. Small flash is small light. A large light is the kindest light for faces.

10. The distance between the light source and diffusion also affects the effective size of the light; the farther away, the bigger the light. Moving an undiffused light farther away makes it a small light.